Jejak-Jejak Bara

Kerinduan abadi akan kehilangan harapan, kehilangan cinta, serta hilangnya kehidupan.
Tidak pernah berhenti mencari sesuatu yang meringankan rasa sakit padahal sebenarnya rasa sakit itulah obatnya.
Kita yang berada di permukaan bumi ini dikutuk oleh para Dewa yang cemburu karena hanya kita yang dapat merasakan,
di dalam kefanaan kita, kita adalah pemenang, dan harga yang kita bayar adalah yang tertinggi.

Tak ada satu pun hal yang bertahan selamanya,
Cahaya yang sampai saat ini menghidupkan, pada akhirnya akan sirna;
Terang bulan berubah gelap, matahari meraksasa menemui ajalnya.
Bintang-bintang redup lalu meledak menjadi supernova,
Bumi bergerak memparipurnakan sebuah proses penghancuran spektakuler yang membinasakan segala bentuk kehidupan melalui kematiannya.

Sebelum semesta menjadi gelap, dingin, mati, dan langit mulai kehilangan biru; Tak ada salahnya untuk terus melangkah mengupayakan hidup
Lenyapkan segala mitos masa depan yang menakutimu
Jangan berhenti dan jangan pedulikan apa yang sudah berlalu.

Bahwa besok segala bentuk kehidupan akan binasa dan langit menjadi gelap pekat, bukan berarti harus kehilangan alasan untuk tetap hidup dan daya untuk merengkuh dunia.
Apa yang harus dikhawatirkan ketika kita tahu bahwa tak ada satu pun hal yang bertahan selamanya?
Lagipula, bukankah kehancuran dan kematian itu, seperti orgasme, adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup?