
Manusia terlalu lama percaya bahwa hidup bergerak menuju sesuatu. Keyakinan itu sendiri adalah kebohongan paling mahal yang pernah diproduksi peradaban. Tidak ada tujuan akhir. Yang ada hanya akumulasi energi yang pada titik tertentu harus dibuang, dihancurkan, atau diluapkan tanpa alasan.
Georges Bataille memahami ini dengan kejelasan yang menjijikkan: kehidupan tidak diatur oleh kebutuhan, melainkan oleh kelebihan. Oleh sesuatu yang tidak berguna, tidak produktif, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara moral. Ketika kelebihan itu tidak menemukan saluran ritual, ia meledak sebagai bencana.
Dalam momen-momen tertentu, batas antara kehidupan dan kematian menipis karena keduanya saling menelan. Di sana, makna runtuh sebagai kelegaan. Tidak ada lagi kewajiban untuk memahami, membenarkan, atau berharap.
Yang sakral tidak pernah bersih. Ia selalu dekat dengan yang menjijikkan, yang erotik, yang berlebihan. Kesakralan adalah panas yang membakar jarak aman antara subjek dan kehancuran. Di titik itu, manusia kehilangan kedaulatannya justru ketika ia merasa paling sadar akan dirinya sendiri.
Kedekatan lahir dari pengakuan bersama akan kefanaan yang sama bukan dari cinta atau solidaritas. Dua keberadaan dapat duduk bersebelahan tanpa saling menyelamatkan, tanpa saling menjanjikan masa depan, dan justru di sanalah keintiman mencapai bentuknya yang paling jujur.
Nihilisme bukan penolakan makna yang dingin, melainkan mabuk oleh absennya makna. Dunia tidak gagal. Dunia bekerja sebagaimana mestinya: menghabiskan dirinya sendiri.
Tidak ada satu pelajaran pun yang bisa dipetik dari kehancuran. Tidak ada moral yang muncul dari pemborosan. Hanya ada pengalaman singkat di mana manusia berhenti berpura-pura bahwa hidup ini efisien, masuk akal, atau adil.
Jika pada titik ini sesuatu terasa sakral, itu karena ia membuka mata, sesaat saja, pada kebenaran yang biasanya ditutupi oleh rutinitas: bahwa keberadaan tidak membutuhkan alasan untuk berakhir.
Dan dalam ketiadaan alasan itulah, kehidupan memperlihatkan wajahnya yang paling jujur.